fbpx
Menu Tutup

STRATEGI MEMPROMOSIKAN START-UP: GROWTH-HACKING

Maraknya bisnis startup di Indonesia membuat persaingan menjadi kian ketat. Oleh sebab itu, strategi pemasaran startup harus diperhatikan dengan seksama. Salah satu caranya adalah dengan melakukan growth hacking. Istilah growth hacking sebetulnya sudah ada sejak lama, namun semakin dikenal seiring dengan berkembangnya bisnis start up. Growth Hacking merupakan strategi yang mengacu pada pemasaran online. Tujuannya bukan hanya untuk mempercepat tapi juga mendorong pertumbuhan perusahaan agar bisa lebih dari hasil strategi pertumbuhan konvensional. Strategi ini tidak bisa diterapkan di semua startup, karena kebutuhan yang berbeda-beda. 

Strategi growth hacking tidak bisa di sama ratakan, semua kebutuhan dan strategi harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bisnisnya. Lalu bagaimana caranya menerapkan strategi growth hacking startup? Yuk, baca penjelasan tentang strategi pemasaran startup growth hacking yang akan dibahas oleh JALA.ai. 

Growth-Hacking 

Growth hacking atau peretasan pertumbuhan merupakan suatu istilah yang sering dibicarakan oleh para pengusaha bisnis. Istilah Growth Hacking lahir dari startup teknologi di Silicon Valley. Sean Ellis menciptakan istilah “peretas pertumbuhan” pada tahun 2010. Andrew Chen memperkenalkan istilah tersebut kepada khalayak yang lebih luas dalam sebuah posting blog berjudul, “Peretas Pertumbuhan adalah VP Pemasaran baru” di mana ia mendefinisikan istilah tersebut dan menggunakan platform penyewaan liburan jangka pendek, integrasi Craigslist Airbnb sebagai sebuah contoh. Dia menulis bahwa “Growth hacking adalah gabungan antara pemasar dan pembuat kode, orang yang melihat pada pertanyaan tradisional ‘Bagaimana cara mendapatkan pelanggan untuk produk saya?” Dalam buku “Peretasan Pertumbuhan”, Chad Riddersen dan Raymond Fong mendefinisikan Peretas Pertumbuhan sebagai “pemasar yang sangat cerdas dan kreatif yang secara tunggal berfokus pada pertumbuhan leverage yang tinggi” . 

Sean Ellis menjadi orang yang diandalkan ketika sebuah perusahaan ingin menumbuhkan user base. Sean akan memikirkan hal-hal seperti pengaturan sistem, proses, hingga memperbarui pola pikir sehingga sistem yang dibuatnya bisa bertahan ketika ia pergi. Masalahnya muncul ketika ia mencari pengganti untuk dirinya sendiri. Ia mencoba mencari pengganti dengan latar belakang pendidikan marketing, dan ia mendapatkan banyak resume yang sangat baik. Banyak orang mengirim resume dengan berbagai pengalaman menjadi seorang marketing. Namun Sean sendiri memahami bahwa apa yang ia cari tidak hanya seorang marketing. Jika ia memberikan pekerjaannya pada pekerja baru tersebut hasilnya tidak akan sesuai.

Seorang growth hacker tidak akan menggantikan seorang marketing atau lebih baik dari seorang marketing, ia berbeda dari seorang marketing. Sean mengatakan bahwa seorang growth hacker memiliki orientasi penuh pada pertumbuhan. Setiap keputusan yang diambil oleh seorang growth hacker akan terlihat dari pertumbuhan startupnya. Marketing tetap penting, namun startup yang masih dalam tahap awal memerlukan seseorang dengan orientasi yang lebih fokus pada pertumbuhan. Oleh karena itu, strategi pemasaran startup apa yang akan diterapkan adalah hal penting.

Strategi Pemasaran Startup Growth Hack 

1. Menentukan tujuan yang “Do-able” 

Menentukan tujuan yang bisa dilakukan terlebih dahulu sangatlah penting untuk dilakukan di awal. Growth hacking memiliki tujuan yang luas, namun apabila tidak dipecah-pecah akan sia-sia.  Tujuan utama dari growth hacker adalah pertumbuhan. Apabila tujuan tersebut dapat dibagi menjadi tugas-tugas yang lebih kecil yang bisa dilakukan segera maka tujuan tersebut akan mudah untuk dicapai. 

2. Lakukan analitik untuk melacak tujuan 

Analisa perlu dilakukan dalam strategi pemasaran growth hacker, alasannya karena dengan melakukan analisa Anda bisa mengetahui sudah sampai tahapan mana Anda berada. Dengan melakukan analisa ini juga, Anda akan dapat memperoleh data yang berharga yang bisa Anda manfaatkan untuk mencapai tujuan. Setiap analisa yang dihasilkan akan memberikan informasi baru yang dapat membentuk strategi baru dengan startup Anda. 

3. Tingkatkan kelebihan yang dimiliki

Setiap bisnis startup pasti memiliki kelebihan atau keunggulan masing-masing. Kelebihan inilah yang nantinya bisa menjadi value tambahan yang bisa dijadikan sebagai competitive advantage atau aset untuk mendongkrak bisnis Anda. Itulah sebabnya, penting bagi Anda untuk memahami kelebihan dari lini bisnis Anda. Selain itu mengetahui dimana kekurangan dari bisnis Anda juga bisa dimanfaatkan sebagai acuan untuk menghindari kesalahan yang bisa terjadi kedepannya. Melakukan perbaikan dan upgrade pada layanan dan bisnis dengan skala yang berkelanjutan sangat penting agar bisnis tetap bisa berkembang dengan baik. 

4. Eksekusi percobaan berdasarkan data

Setelah tujuan ditentukan, analisa data telah selesai dilakukan maka Anda akan mendapat beberapa hasil yang bisa dijadikan kekuatan untuk bisnis Anda. langkah selanjutnya adalah eksekusi. mengeksekusi percobaan berarti melakukan semua hal yang telah dicoba lakukan dan pelajari sebelumnya. Ada beberapa hal penting yang perlu dilakukan sebelum mengeksekusi percobaan, yaitu: 

1. Membuat hipotesis terhadap suatu output untuk memperkirakan apa yang akan terjadi nantinya

2. Hasil yang Anda dapatkan di awal mungkin tidak akan begitu bagus, maka dari itu untuk mencapai hasil yang baik Anda harus melakukan A/B testing dan menyesuaikan langkah strategi agar sesuai dengan startup dan audiens Anda. 

3. Tidak ada data yang buruk, Anda harus belajar baik dari keberhasilan maupun kegagalan. Semua data nantinya akan memberikan informasi yang beragam yang dapat memunculkan pilihan baru. 

5. mengoptimalkan percobaan sebelumnya

Melakukan testing atau uji coba adalah sesuatu yang dilakukan berulang-ulang. Hasil dari suatu eksperimen dengan lainnya bisa berbeda. Untuk memudahkan membandingkan hasil eksperimen, Anda bisa menambahkan variabel kontrol. Ketika hasil eksperimen keluar, Anda bisa membandingkan dengan variabel kontrol serta menganalisa hasil eksperimen sesungguhnya dengan variabel kontrol yang telah disiapkan.

6. Repeat 

Ini saatnya mencari eksperimen baru atau mengulang proses untuk mengoptimalkan proses sebelumnya. Keberhasilan yang diperoleh adalah hasil kegigihan, bukan hasil dari keberuntungan. Jadi, jangan menyerah sebelum hasil mulai terlihat. Lakukan uji coba A/B testing secara berkala untuk melihat mana metode yang paling sesuai dengan jenis bisnis dan audiens Anda. 

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *