fbpx
Menu Tutup

7 TIPS INVESTASI PROPERTI YANG PERLU ANDA KETAHUI

Investasi properti termasuk jenis properti yang diminati oleh semua kalangan, baik muda maupun tua. Karena termasuk dalam kebutuhan primer yaitu papan, memiliki properti merupakan impian dari semua orang yang telah memiliki pemasukan. Bisa dibilang memiliki hunian sendiri merupakan impian jangka panjang yang dimiliki oleh setiap orang. Namun dalam prosesnya, membeli sebuat properti baik itu berupa rumah hunian, ruko atau bahkan apartemen membutuhkan biaya yang terbilang banyak dan proses pembelian yang tidak mudah. Dalam melakukan pembelian properti tentunya dibutuhkan pertimbangan yang matang agar mendapatkan properti yang tepat bagi Anda nantinya. 

Pengertian Investasi Properti 

Pada dasarnya, Investasi artinya pembelian atau produksi dari suatu modal barang yang digunakan untuk produksi akan datang. Barang tersebut tidak dikonsumsi melainkan dipakai dalam masa mendatang ketika dibutuhkan. Bisnis properti merupakan aktivitas bisnis yang berhubungan dengan tanah dan bangunan. Dalam bisnis ini, hak kepemilikan seseorang atas suatu properti bisa berupa benda nyata atau finansial (berupa obligasi dan saham). Dengan kata lain, investasi properti merujuk pada aktivitas pembelian modal, dalam hal ini tanah atau bangunan, untuk dikembangkan dan dikelola lagi sebagai sumber pendapatan.

Mengapa Perlu Investasi Properti?

Anda pasti berpikir alasan apa yang mendasari orang-orang aktif melakukan investasi di bidang properti ini bukan? Padahal harga properti itu tidak murah sama sekali. Namun, tetap saja banyak yang meminati investasi jenis ini. Berikut 4 alasan mengapa Anda perlu melakukan investasi di bidang properti. 

Harga properti rata-rata mengalami kenaikan 

Jumlah penduduk yang kian meningkat mendorong permintaan akan lahan hunian kian bertambah, sementara luas tanah relatif tetap. Hal ini membuat properti bersifat langka, dengan permintaan lahan yang meningkat, sementara persediaan akan properti tergolong terbatas, membuat harga tanah akan terus meningkat tanpa perlu dirawat. Hal ini bisa jadi alasan yang patut Anda pertimbangkan. 

Harga sesuai inflasi 

Kenaikan inflasi memang menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari. Kabar baiknya, harga properti mengikuti kondisi inflasi. Saat inflasi terjadi, harga properti juga mengalami peningkatan, sehingga kamu pun tetap bisa meraih untung. Anda bisa memanfaatkan properti yang Anda miliki untuk menghindarkan Anda terpengaruh oleh inflasi. Dengan cara Anda bisa menjual properti yang Anda miliki mengikuti kondisi inflasi. Namun, Anda juga harus mempertimbangkan kondisi ekonomi kedepannya juga, apakah menjual properti Anda saat terjadi inflasi merupakan pilihan yang bijak atau bukan bagi Anda. 

Pemasukan Ekstra 

Memiliki investasi properti tidak melulu tentang jual beli saja, Anda juga bisa mendapatkan pemasukan tambahan dari investasi properti Anda tiap bulannya tanpa perlu menjualnya. Bagaimana caranya? Sewakan properti yang Anda miliki. Ya betul, menyewakan properti yang Anda miliki untuk ditinggali merupakan langkah tepat yang perlu diambil. Misalnya, Anda membeli apartemen, disewakan apartemen itu secara harian atau bulanan. Jadi, setiap bulan Anda memiliki pemasukan tambahan dari penyewaan properti ini.

Bebas menentukan harga properti 

Pergerakan harga emas atau saham ditentukan oleh kondisi pasar. Kamu jelas tidak bisa mengendalikannya. Lain halnya dengan bisnis properti, Anda bisa dengan bebas memasang harga jual atau sewa properti. namun, tetap disesuaikan dengan kisaran harga yang berlaku di pasaran untuk tipe properti yang seperti Anda miliki. Selain itu juga, apabila Anda menambahkan added value dalam properti yang Anda miliki maka memasang harga yang lebih tinggi di pasaran juga dapat dilakukan untuk menarik minat pembeli atau penyewa. Kenapa bisa begitu? Karena yang akan Anda jual ke pelanggan Anda adalah properti yang telah ditambahkan valuenya. 

Misal Anda memiliki apartemen yang ingin Anda sewakan. Harga pasaran apartemen di wilayah Alam Sutera berkisar antara 3-4,5 juta perbulan. Dari kisaran harga pasar ini Anda bisa menambahkan suatu nilai plus yang bisa meningkatkan nilai dari properti Anda. Seperti dengan melengkapi apartemen dengan wifi, saluran Netflix, peralatan dapur yang lengkap dan lain sebagainya. Hal ini bisa menjadi nilai tambah yang bisa membuat harga properti yang akan Anda sewakan nantinya bisa lebih tinggi. 

Tips Berinvestasi Properti 

Bagi Anda yang masih belum familiar dengan investasi properti, tentunya Anda merasa was was dan tidak tahu apa yang harus Anda lakukan bukan? Investasi properti bisa dibilang gampang-gampang susah. Namun, bukan berarti Anda tidak mungkin bisa melakukannya. Yuk, simak tips berinvestasi properti dari JALA.ai berikut ini. 

1. Tentukan Tujuan Investasi 

Menentukan tujuan adalah satu hal penting yang perlu anda lakukan pertama kali sebelum memulai memulai investasi properti. Setiap orang yang hendak melakukan investasi, mesti terlebih dulu menetapkan tujuan yang ingin dicapai. Anda perlu menentukan kapan investasinya mencapai tujuan tersebut. Artinya, harus ada tenggat waktu pencapaian yang perlu tentukan. Hal ini baik bagi investor properti pemula agar tak salah dalam mengambil langkah. 

Sebagai contoh, Anda merencanakan pensiun dalam waktu 10 tahun dari sekarang. Bisnis properti yang Anda investasikan terletak cukup jauh dari perkotaan. Upaya tersebut jelas terbilang langkah yang cerdas karena nantinya dalam 10 tahun kedepan harga properti tersebut pasti akan naik dan Anda pasti mendapatkan laba dari investasi properti Anda tersebut. 

2. Cari Lokasi Strategis 

Langkah kedua yang perlu Anda perhatikan dengan seksama adalah pemilihan lokasi. Sebelum memutuskan melakukan pembelian properti Anda harus memastikan lokasi properti Anda. Apakah lokasi yang Anda pilih terletak di lokasi yang strategis dan dekat dengan transportasi dan fasilitas publik. Hal ini akan mempengaruhi harga dari properti Anda nantinya. Semakin strategis lokasi properti Anda, maka nilai investasi Anda juga akan naik dengan sendirinya setiap tahunnya. 

3. Hitung Besaran Dana yang Dimiliki

Anda perlu tahu bahwa membeli properti bukan sekadar membayar biaya pokok, tetapi ada komponen biaya ekstra yang mengiringi. Beberapa komponen biaya tersebut antara lain, uang tanda jadi, uang muka dan juga angsuran. Uang tanda jadi, dapat ditentukan oleh pengembang atau penjual properti. Boleh dibilang, uang tanda jadi ibarat biaya booking sebagai bentuk kejelasan Anda saat membeli properti.

Melunasi uang muka adalah biaya selanjutnya yang perlu Anda bayarkan setelah menyelesaikan pembayaran tanda jadi. Besarannya berbeda tergantung pada siapa Anda membeli properti tersebut. Untuk biaya angsuran ini Anda perlu berhitung cermat sebelum mencicil. Idealnya, besar angsuran properti itu tidak melebihi sepertiga gaji kamu. Ini penting agar kondisi finansial Anda tetap stabil. 

4. Cek harga Pasar

Hindari bersikap terburu-buru saat membeli properti pertama Anda. Coba cari tahu terlebih dahulu harga pasaran properti yang Anda inginkan. Lakukan riset pasar jika perlu, baik secara langsung maupun online. Anda juga dapat menentukan mana harga terbaik yang bisa Anda peroleh dari riset yang Anda lakukan. Sebelum melakukan survei langsung lokasi, ada baiknya Anda melakukan riset online sehingga Anda sudah memiliki list pertanyaan apa yang ingin Anda ajukan terhadap perwakilan properti tersebut. Jangan pernah mencoba untuk datang dengan knowledge 0, siapkan diri Anda terlebih dahulu agar Anda bisa tahu apakah properti tersebut merupakan pilihan yang tepat dengan kisaran harga yang mereka tawarkan.  

5. Menyusun Rencana Pembelian

Sebelum akhirnya Anda memutuskan untuk melakukan pembelian, cobalah buat rencana pembelian properti Anda. tentukan strategi dari investasi Anda, kriteria properti yang Anda cari, perbandingan harga properti, mencari peluang di sekitar kawasan lokasi properti. Setelah hal ini tersusun dengan rapi maka Anda bisa mulai melakukan survei dengan terjun langsung kelapangan dan melakukan negosiasi dengan pihak developer atau agen properti. 

6. Cek Kelengkapan Dokumen 

Biasakan untuk mengecek kelengkapan dokumen terkait pembelian properti. Jangan sampai masalah di kemudian hari muncul karena Anda lalai meneliti dokumen tersebut, seperti sertifikat atau akta tanah dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Menjadi pembeli cerdas adalah tips terpenting dalam memulai investasi properti pertama Anda. Bekali diri dengan pengetahuan memadai agar Anda tidak salah melangkah. Jika dana yang ada belum cukup untuk membeli properti, jangan paksakan diri!

Anda bisa memulainya dengan apa yang Anda punya terlebih dahulu, apabila keuangan masih belum mencukupi. Anda bisa menyewakan kamar di rumah Anda untuk ditinggali atau menyewakan halaman Anda untuk dijadikan tempat workshop dan sebagainya. 

7. Memahami Resiko yang Bisa Terjadi Kelak 

Dengan memahami risiko yang ada, Anda bisa lebih mudah untuk mengambil keputusan serta menentukan strategi investasi properti. Segala hal yang berimbas pada kerugian, bisa saja Anda alami suatu saat nanti. Maka dari itu, Anda perlu siap dengan segala resiko agar tahu bagaimana cara mengatasinya.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *