fbpx
Menu Tutup

TIPS & TRIK FOLLOW UP LEAD

follow up lead
86

Tahapan follow up merupakan langkah yang penting dalam dunia bisnis untuk menarik calon konsumen atau partner. Melakukan presentasi bisnis dihadapan prospek atau calon mitra adalah hal wajar dilakukan oleh pengusaha. Namun apakah presentasi saja sudah cukup untuk meyakinkan prospek? Tentu saja belum. Anda diharapkan dapat melakukan pendekatan atau stimuli yang dapat menumbuhkan keyakinan prospek atau mitra untuk melakukan pembelian atau bekerja sama.

Peran dari follow up ini akan semakin kompleks jika sudah terkait dengan kebutuhan networking bisnis. Anda tidak saja harus bisa memberikan gambaran umum tentang bisnis Anda. Namun juga harus bisa meyakinkan calon mitra Anda akan prospek kerjasama di masa depan. Pendekatan atau teknik yang kurang tepat dalam melakukan follow up akan mengakibatkan hilangnya prospek atau calon partner. 

Teknik Follow Up Lead

Salah satu teknik yang dapat Anda gunakan dalam melakukan follow up adalah dengan mengadopsi teknik 24/7/30.

Apakah Teknik 24/7/30?

Seperti kita ketahui, dalam dunia bisnis waktu adalah hal penting yang dapat menentukan kesuksesan sebuah usaha. Hingga muncul pepatah ‘ waktu adalah uang’ yang menunjukkan bahwa waktu adalah sesuatu yang sangat berharga sehingga memiliki nilai yang setara dengan uang.

Teknik 24/7/30 yang dikembangkan oleh Ivan Misner ini juga fokus pada efiesinesi waktu, seperti yang tercantum pada angka-angka yang merupakan representasi unit waktu tertentu. Angka 24 menunjukkan jumlah jam dalam satu hari, 7 merupakan jumlah hari dalam 1 minggu, dan 30 adalah hari dalam satu bulan. Tiap unit waktu memiliki target tertentu yang harus dicapai dalam melakukan follow up jaringan atau prospek. Setiap tahapan dari target disusun berdasarkan kebiasaan dan berbagai kemungkinan yang dapat menarik perhatian prospek atau mitra. Adapun tahapan waktu tersebut meliputi:

24 Jam

Tahap ini dimulai pada saat berada dalam satu event dengan calon prospek, dimana Anda memiliki waktu 24 jam untuk mendekatkan diri dengan calon prospek atau mitra. Anda bisa melakukan cara yang mudah, seperti setelah melakukan presentasi Anda bisa mengajaknya berkomunikasi atau membicarakan hal -hal yang ringan. Menciptakan kesan pertama yang positif dihadapan prospek sangat penting dalam membangun networking. Melalui komunikasi yang hangat dan kekeluargaan akan menjadi pondasi dalam membangun kepercayaan antara Anda dengan prospek.

7 Hari

Setelah melalui tahap awal dimana Anda dan prospek sudah saling mengenal, maka pada tahap selanjutnya adalah me-maintain hubungan atau komunikasi dengan prospek atau calon mitra. Dalam rentang waktu 7 hari Anda dapat menjalin komunikasi dengan prospek melalui berbagai media, baik melalui telepon, e-mail, atau media sosial yang tengah populer saat ini. Dengan berkomunikasi melalui media sosia, maka Anda dapat meng-update berbagai informasi yang ingin Anda bagikan pada prospek.

Yang harus diingat dalam kurun waktu 7 hari tersebut adalah jangan sampai Anda terlihat seperti mengejar atau memaksa prospek, sehingga mereka merasa tidak nyaman berkomunikasi dengan Anda. Jika tujuan dari membangun jaringan adalah untuk memasarkan produk, jangan sampai prospek atau partner memiliki kesan bahwa Anda berjualan di tahap awal komunikasi.

30 Hari

Tahap terakhir dari tahap ini adalah setelah mengetahui prospek tertarik dengan penawaran Anda, maka selanjutnya adalah menjalin kerjasama yang lebih serius. Waktu yang Anda gunakan untuk menutup deal ini kurang lebih 1 bulan.
Pada tahap ini Anda sudah harus memiliki persiapan yang lebih matang untuk meyakinkan prospek saat pertemuan berlangsung. Akan lebih mudah jika prospek atau calon partner berada di wilayah yang sama dengan Anda sehingga bisa bertatap muka secara langsung. Tapi jika berada di tempat yang berjauhan, maka Anda bisa tetap berkomunikasi melalui sarana telepon, video call, atau skype. Tahap ini dilakukan jika Anda sudah merasa yakin bahwa prospek atau calon partner berminat atau tertarik dengan penawaran Anda melalui dua tahapan sebelumnya sebagai indikator.

Menurut Misner, jika tahapan-tahapan tersebut dilakukan dengan maksimal maka akan membentuk hubungan yang kuat antara Anda dengan prospek. Melalui hubungan yang kuat tersebut maka Anda akan dapat menutup deal dengan prospek atau mendapatkan partner bisnis yang baru.

Selain itu juga, strategi follow up yang matang akan menjadi kunci untuk menghadapi tantangan-tangan yang ada. Lakukan teknik follow up yang benar dengan beberapa cara berikut untuk mencapai kesuksesan penjualan Anda.

  1. Prioritaskan follow up berdasarkan Customer Lifetime Value (CLV)
    Semua perusahaan harus bisa menyaring lead, karena mereka tidak menjanjikan apapun untuk perusahaan. Memilih untuk mem-follow up yang berkualitas merupakan langkah yang tepat untuk mendapatkan penjualan. Untuk mendapatkan hasil tersebut, Anda harus memperhatikan CLV dari lead tersebut. CLV sangat berpengaruh pada follow up karena:
    – CLV dapat mengidentifikasi sumber pendapatan jangka panjang.
    – CLV dapat membantu dan membangun strategi follow up prospek yang memiliki potensi pembelian ulang di masa depan.
  2. Prioritaskan follow up berdasarkan data
    Email merupakan salah satu cara terbaik untuk melakukan komunikasi follow up untuk lead. Akan tetapi, sebelum Anda mengirimkan email, Anda harus menguraikan data yang Anda miliki seperti minat, kebutuhan dan tingkat desakan masalah. Untuk mendapatkan informasi lebih detail maka Anda harus menggabungkan data CRM dan CLV yang Anda miliki.
  3. Seni komunikasi dalam follow up
    Komunikasi dengan prospek tidak hanya sebatas komunikasi, Anda harus menguasai semua aspek dalam komunikasi untuk melancarkan proses Anda. Komunikasi akan menjadi kekuatan pendorong terjadinya penjualan yang sangat signifikan untuk penjualan Anda. Jika Anda belum menguasai apa saja yang diperlukan dalam komunikasi, belajarlah mulai sekarang.

Komunikasi yang baik akan meningkatkan peluang penjualan dengan cepat atau untuk memahami seberapa serius prospek untuk membeli produk Anda. Keberhasilan follow up bergantung kepada bagaimana anda mempresentasikan produk dan servis anda dengan baik menggunakan skill komunikasi yang memadai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *