fbpx
Menu Tutup

5 PENYEBAB KEGAGALAN BISNIS PROPERTI

87

Pasti banyak orang yang ingin menjalankan sebuah Bisnis properti yang dapat menghasilkan keuntungan maksimal. Karena memang, sebuah bisnis properti ini jika dijalankan dengan tekun dan fokus dapat memberikan hasil memuaskan karena keuntungannya yang besar. Sebaliknya, jika bisnis properti anda dilakukan setengah-setengah. Tidak serius dan tidak memiliki tim manajemen yang baik, tinggal menunggu masalah waktu saja sampai bisnis anda akan gagal.

Sebuah survei yang dilakukan Michael E.Gerber dan dimuat dalam Majalah Bisnis Excellent, edisi 16 Juli 2011 mengatakan bahwa sebanyak 80% bisnis-bisnis baru mengalami kegagalan pada tahun kedua. Apakah Anda termasuk didalamnya? Atau, Anda masih di zona 20%-nya? Jika iya, maka Anda patut bersyukur. Sangat penting bagi pebisnis untuk mengetahui faktor apa saja yang dapat menyebabkan bisnis Anda gagal agar dapat mengantisipasinya dengan baik.

Berikut ini hal-hal yang menjadi penyebab kegagalan bisnis properti :

1. Melihat resiko

Resiko dalam berbisnis properti sangat minim alias dapat dikendalikan dengan mudah. Namun, bukan berarti bisnis properti tidak akan pernah mengalami kegagalan. Resiko dalam bisnis properti sendiri ada banyak, seperti resiko krisis ekonomi, bencana alam atau musibah yang terjadi karena ulah manusia, persoalan regulasi pemerintah, resiko gugatan hukum dari pihak ketiga dan resiko yang lainnya. Sebagai seorang pelaku usaha, pebisnis harus dapat melihat tiap resiko yang dimiliki dan memiliki solusi untuk dapat mengatasinya dengan cepat dan tanggap.

2. Kurang memahami teknik dasar pemasaran

Kesulitan menarik minat konsumen nyatanya masih dirasakan oleh beberapa pengusaha properti hingga saat ini. Meski telah memasarkan dan mempromosikan properti dengan giat, masih sedikit orang yang membeli rumah dari apa yang Anda tawarkan. Banyak dari perusahaan properti yang tidak mementingkan aspek pemasaran produknya, padahal justru itulah yang paling penting dari segi pemasaran yang paling mendasar. Sebagai pebisnis properti seharusnya Anda dapat memanfaatkan peluang pasar dengan baik dengan menerapkan dasar pemasaran dengan baik dan membaca perilaku pasar dengan baik. Dengan penerapan dasar teknik pemasaran yang baik akan sangat membantu meningkatkan hasil penjualan Anda.

3. Manajemen kurang bagus

Keberhasilan sebuah perusahaan pasti tidak lepas dari peran sistem manajemen yang berkualitas. Keberadaan manajemen ibarat jenderal yang memimpin sebuah pasukan. Dalam pasukannya, jenderal berfungsi menyusun strategi perang dan memenangkan pertempuran. Tanpa keberadaan jenderal, pasukan akan kehilangan sosok pemimpin. Akibatnya, pertahanan menjadi lemah sehingga mudah diserang musuh. Sama seperti jenderal, begitulah kira-kira peran manajemen dalam sebuah perusahaan. Dengan begitu, sebagai pelaku bisnis harus membangun manajemen yang kokoh terlebih dahulu sebelum memulai berbisnis. Manajemen yang bersih dan bagus akan melancarkan bisnis sehingga dapat menghasilkan penjualan sesuai dengan target. Bayangkan saja jika memulai bisnis tetapi dengan keadaan manajemen yang sangat buruk, dapat dipastikan bisnis tersebut tidak akan berjalan dengan baik dan bahkan tidak akan bertahan lama.

4. Kurangnya Inovasi

Menurut Peter Drucker, terdapat dua hal penting yang harus ada dalam bisnis, yaitu : inovasi dan pemasaran. Faktor lain kegagalan bisnis properti adalah kurangnya inovasi. Budaya perusahaan yang kurang kreatif alias tidak inovatif juga bisa menimbulkan kerugian. Artinya, Anda harus mempersiapkan orang-orang yang kreatif sehingga akan selalu muncul inovasi dalam bisnis yang Anda tekuni. Bukan hanya mengandalkan orang lain, sebagai pelaku bisnis Anda dituntut untuk terus mengasah kreativitas yang Anda miliki. Perubahan dunia akan terus berkembang pesat, jika Anda tidak ada inovasi dapat dipastikan bisnis Anda akan jarang diminati oleh para konsumen.

5. Kurang mengerti kebutuhan publik

Selalu mengikuti selera pasar memang tidak selalu baik. Karena, jika perusahaan selalu mengikuti selera pasar, dikhawatirkan akan menumpulkan kreativitas sehingga sulit untuk berinovasi. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, perusahaan yang tidak pernah berinovasi cepat atau lambat pasti akan kalah dalam persaingan. Oleh sebab itu, solusinya adalah tetap mengikuti selera pasar dengan sedikit membuat perbedaan. Dengan begitu pasar yang ditarget akan semakin luas. Tentunya bisnis yang Anda jalani selalu ramai diminati oleh pasar dengan jangkauan yang melebihi target Anda.

Ulasan diatas merupakan beberapa yang dapat membuat bisnis Anda gagal. Semoga dari ulasan tersebut dapat menginspirasi Anda untuk terus up to date dalam menjalankan bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *