fbpx
Menu Tutup

PERBEDAAN SEO DAN SEM UNTUK PEMULA

Dalam perkembangan dunia digital marketing seperti sekarang ini, banyak perusahaan yang sudah mulai berfokus pada pengembangan bisnis melalui platform media pemasaran digital. Jika bisnis Anda mempunyai website dan ingin mengoptimasinya agar mendapatkan posisi teratas dalam mesin pencarian, Anda harus memahami perbedaan antar SEO dan SEM terlebih dahulu. 

Kedua strategi ini merupakan strategi yang bisa digunakan untuk mengoptimasi website untuk mendapatkan posisi atas di mesin pencari. Namun, kedua strategi ini memiliki beberapa perbedaan yang perlu Anda pertimbangkan agar hasil yang bisa Anda dapatkan lebih maksimal. Di artikel kali ini, JALA.ai akan memberikan penjelasan mengenai apa itu SEO dan SEM, serta perbandingan dari keduanya dan tips untuk memilih mana yang terbaik untuk website dan kebutuhan bisnis Anda. 

Apa Itu SEO? 

Search Engine Optimization atau SEO adalah upaya optimasi yang bertujuan untuk mendapatkan trafik tinggi dari hasil pencarian organik. SEO bisa membantu website Anda mendapatkan jenis trafik yang tepat sesuai dengan tujuan website Anda. Hal ini akan bisa Anda capai, apabila Anda mengikuti aturan-aturan yang diterapkan oleh mesin pencari. 

Taktik SEO memang ada banyak. Namun secara umum SEO itu sendiri dibedakan menjadi dua jenis, yakni SEO On-page dan SEO Off-page. SEO On-page berfokus kepada faktor-faktor yang ada di dalam konten. Sedangkan SEO Off-page merupakan optimasi yang dilakukan di luar konten atau website.

Apa Itu SEM?

Search Engine Marketing atau SEM merupakan strategi marketing berbayar yang bertujuan untuk meningkatkan visibilitas website di hasil pencarian. Pemasang iklan akan memilih beberapa kata kunci yang berhubungan dengan produk yang dijual. Jadi, ketika ada yang melakukan pencarian menggunakan kata kunci tersebut, mesin pencari akan menampilkan hasil pencarian berbayar dengan tanda ‘iklan’. 

Perbedaan SEO dan SEM 

Setelah Anda memahami apa itu SEO dan SEM, kini saatnya mempelajari lebih jauh mengenai perbedaan diantara keduanya. Setelah memahami perbedaannya Anda akan dapat memahami mana strategi yang tepat untuk bisnis dan kebutuhan Anda. Oleh karena itu, JALA.ai akan memberikan 7 penjelasan mengenai perbedaan antara SEO dan SEM. Simak penjelasannya dibawah ini!

1. Terdapat ikon iklan di hasil pencarian SEM 

Perbedaan yang paling mencolok di antara keduanya adalah dimana iklan berbayar yang muncul dari penerapan SEM dianggap sebagai iklan. Sementara, hasil pencarian dari SEO tak ada embel-embel iklan di bawahnya. 

2. SEM berbayar dan SEO gratis 

SEM merupakan kegiatan optimasi berbayar, SEM adalah iklan berbentuk PPC (Pay-Per-Click). Anda akan mengeluarkan biaya sesuai dengan berapa banyak klik yang terdapat pada iklan Anda. Anda harus memiliki anggaran untuk SEM agar iklan bisa selalu ditampilkan. Berbeda dengan SEO dimana strategi ini benar-benar mengandalkan trafik organik dan tidak memerlukan biaya. 

3. SEM bisa memilih target audiens

Baik SEO maupun SEM bertujuan agar bisa memahami audiens Anda dengan lebih baik. Namun, dari keduanya hanya SEM yang bisa memilih target audiens. Pada SEM, Anda bisa memilih hasil pencarian ditampilkan untuk audiens berdasarkan demografis dan kriteria yang Anda tentukan dalam membuat iklan.

4. Hasil SEM lebih cepat dibandingkan SEO 

SEO lebih memakan waktu yang lebih lama untuk dapat muncul dalam posisi teratas di dalam mesin pencari. Sedangkan SEM walaupun tidak langsung muncul ketika Anda memasangnya karena tetap dibutuhkan proses dan persaingan dengan pemasang iklannya. prosesnya bisa dikatakan relatif lebih cepat dibandingkan dengan SEO. 

Anda juga bisa mematikan SEM sewaktu-waktu dan menghidupkannya lagi sesuka Anda. Sedangkan SEO, merupakan strategi yang membutuhkan waktu untuk melihat hasilnya dan bisa membaik atau memburuk seiring waktu tergantung banyak faktor.

5. SEM lebih baik untuk testing

Anda bisa langsung mematikan atau menghidupkan iklan pada SEM. Jadi, bisa menjadi salah satu cara untuk testing apakah strategi marketing Anda sudah diterima dengan baik oleh audiens. 

Dengan SEM Anda bisa merevisi judul iklan, mengganti target audiens atau merubah konten dari landing page untuk keperluan testing.  Anda tidak bisa melakukan hal yang sama pada SEO karena membutuhkan waktu terlalu lama untuk mendapatkan hasil dan melihat perbedaannya.

6. SEO baik untuk jangka panjang 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, optimasi SEO membutuhkan waktu yang panjang agar mendapatkan hasil yang maksimal. SEO merupakan strategi yang berkembang seiring waktu dengan hasil yang bisa bertahan lebih lama. Dibandingkan dengan SEM, yang hanya aktif selama Anda membayar iklan untuk tampil di hasil pencarian. Apabila iklan dimatikan, maka strategi SEM Anda sudah berakhir. 

7. Potensi CTR SEO lebih tinggi dibandingkan SEM 

Muncul dalam posisi tiga teratas dalam mesin pencarian, agar menghasilkan CTR yang lebih tinggi. Kenapa demikian? karena ketika seseorang melakukan pencarian, mereka akan terlebih dahulu fokus dan meng-klik hasil pencarian teratas yang ditemukan. 

Jadi, apabila hasil pencarian Anda bisa berada di posisi atas, kemungkinan SEO bisa mengalahkan iklan SEM. Namun, jika posisi Anda di luar tiga besar atau bahkan di halaman dua, kemungkinan CTR SEM yang akan lebih banyak.

Kesamaan SEO dan SEM

Setelah membaca penjelasan mengenai perbedaan antara SEO dan SEM, kini saatnya Anda  memahami kesamaan dari kedua strategi ini. SEO dan SEM ternyata sangat mirip antara satu sama lainnya, lho. Oleh karena itu, orang-orang awam sering kebingungan membedakan dua strategi marketing ini. 

Apa saja kesamaan yang dimiliki? Kesamaan yang terlihat jelas dari keduanya adalah tujuan strategi tersebut. Baik SEO dan SEM bertujuan untuk membantu website mendapatkan posisi terbaik hasil pencarian dalam mesin pencari pada kata kunci tertentu. 

Tujuan SEO dan SEM memang untuk mendapatkan visibilitas di hasil pencarian. Jadi, semakin baik visibilitas suatu website, semakin banyak pula trafik yang akan datang melalui CTR.  Selain itu, keduanya membutuhkan pemahaman audiens agar bisa berhasil. Dengan mengenali target pasar dan menciptakan buyer personas, Anda bisa paham audiens. Dari mengetahui kebutuhan audiens, hingga apa yang sebenarnya mereka cari. Dari situ, Anda bisa membuat konten yang relevan dengan solusi yang audiens Anda butuhkan.

SEO dan SEM juga sama-sama membutuhkan riset keyword. Langkah pertama dalam menerapkan SEO dan SEM adalah dengan melakukan riset keyword untuk tahu keyword mana yang terbaik. Selain itu, Anda juga bisa tahu apakah website pesaing juga menargetkan keyword yang sama. Sehingga Anda bisa merencanakan strategi untuk berkompetisi dengan mereka.

Hal yang perlu dipertimbangkan 

Nah, setelah penjelasan mengenai apa itu SEO dan SEM, perbedaan dan kesamaannya, kini saatnya Anda mengetahui apa saja yang perlu Anda pertimbangkan sebelum menerapkan strategi tersebut. Agar lebih yakin dengan pilihan Anda, berikut JALA.ai berikan hal-hal yang harus dipertimbangkan sebelum akhirnya memilih mana yang cocok antara SEO atau SEM.

1. Pertimbangkan Kompetitor Anda

Sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan SEO atau SEM untuk melawan kompetitor Anda, coba pelajari terlebih dahulu tentang strategi yang mereka gunakan. Bagaimana performa kompetitor dalam mesin pencarian? Apakah kompetitor Anda menggunakan SEO saja, SEM saja atau keduanya? 

Dengan mempelajari mengenai strategi yang digunakan oleh kompetitor Anda, Anda juga bisa  mendapatkan banyak keuntungan lebih. Salah satunya, terhindar dari masalah yang sama. Anda bisa mempelajari kata kunci apa yang memiliki pengaruh besar terhadap visibilitas website Anda dan membuat rencana untuk mendapatkan posisi teratas dalam kategori keyword tersebut. 

2. Pemahaman Sektor Bisnis

Apabila Anda sudah menggeluti sektor bisnis Anda dalam waktu yang cukup lama, Anda pasti sudah paham apa yang audiens Anda inginkan dan butuhkan. Ketika Anda sudah memahami sektor bisnis yang Anda geluti, akan lebih mudah bagi Anda untuk merencanakan strategi SEO jangka panjang daripada menggunakan SEM. 

Namun, apabila Anda masih belum begitu mengenal bisnis dan target audiens Anda, Anda bisa mencoba menggunakan SEM untuk testing terlebih dahulu. Hal ini bisa Anda manfaatkan untuk melihat target audiens seperti apa yang sesuai dengan bisnis Anda. Dari testing ini Anda bisa menguji ide-ide, produk atau jasa yang ingin Anda tawarkan kepada audiens nantinya.

3. Biaya

Sebelum memutuskan antara SEO dan SEM, sebaiknya Anda melakukan riset mengenai biaya yang perlu Anda keluarkan. Sesuaikan biaya dengan anggaran Anda. Apakah anggaran Anda cukup hanya untuk salah satunya saja? Atau anggaran bisa disesuaikan untuk melakukan SEO dan SEM disaat yang sama?

4. Umur Website 

Apabila website Anda masih terbilang baru, sebaiknya Anda menggunakan SEO dan SEM disaat yang sama. Kenapa demikian? Karena SEM bisa membantu untuk mendatangkan trafik di awal dan SEO bisa mengoptimasi website seiring berjalannya waktu. 

Apabila website sudah berjalan cukup lama dan optimasi sudah mulai membuahkan hasil, Anda bisa memutuskan ulang mengenai penggunaan SEM dalam strategi optimasi visibilitas website Anda. Apakah Anda tetap ingin menggunakan SEM dalam strategi Anda atau hanya berfokus pada SEO saja. 

5. Status Website 

Sebelum Anda memilih mana yang harus diterapkan, lakukan riset terhadap status website Anda terlebih dahulu. Riset ini bertujuan untuk mengetahui apakah website Anda punya potensi untuk tumbuh menggunakan strategi SEO yang sudah berjalan.

Apabila strategi SEO Anda mendapatkan status yang buruk, sebaiknya pertimbangkan untuk menggunakan SEM. Anda bisa memanfaatkan SEM untuk menarik trafik, selagi Anda memperbaiki strategi SEO. Untuk mendapatkan hasil terbaik dan detail mengenai SEO di website, Anda bisa menggunakan alat berbayar seperti Ahrefs atau Alexa SEO Audit Tool. Dengan alat-alat ini, Anda bisa tahu penjelasan lengkap mengenai status SEO on-page dan SEO off-page di website Anda.

Kesimpulan 

Dengan membaca artikel ini, Anda akan mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai SEO dan SEM. Baik dari pengertian, perbedaan, persamaan dan hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menerapkannya dalam strategi Anda. Membandingkan SEO dan SEM, lalu diharuskan untuk mengambil kesimpulan mana yang terbaik memang tak mudah. Sebab, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.  Apa pun strategi yang dipilih, pastikan Anda menentukannya setelah melakukan riset mendalam dan menganalisis kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *