fbpx
Menu Tutup

8 LANGKAH MENGELOLA SALES PIPELINE BISNIS ANDA

Pada perkembangan teknologi industri 4.0, data merupakan hal penting yang menentukan keberhasilan sebuah bisnis. Data-data penting dalam kegiatan penjualan dapat dilihat melalui sales pipeline. Sayangnya, tidak semua bisnis memberikan perhatian terhadap sales pipeline bisnis mereka. Banyak bisnis yang memiliki pengelolaan sales pipeline yang kurang baik. Untuk itu bisnis harus mengetahui langkah mengelola sales pipeline mereka dengan baik agar bisnis makin berjalan dengan lancar.

Apa Itu sales pipeline?

Sales pipeline merupakan visualisasi setiap tahapan prospek pada penjualan bisnis Anda.  Sales pipeline akan memberikan gambaran berapa banyak perkiraan kesepakatan yang terjadi dalam periode waktu tertentu. Hal ini membantu sales dalam melihat pencapain mereka terhadap kuota penjualan yang ditargetkan. 

Manfaat utama dari sales pipeline adalah pertumbuhan pendapatan. Mengapa bisa demikian? Melalui sales pipeline Anda dapat melakukan analisis penjualan dan memperkirakan keuntungan yang akan datang. Selain itu, Anda juga dapat menganalisis perbaikan apa saja yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kesempatan closing terjadi. 

Sales pipeline management memegang peranan penting, baik untuk melakukan close deal lebih banyak maupun sebuah indikasi akan kondisi sebuah perusahaan. Sebuah pipeline membantu bisnis untuk:

  • Memperbaiki proses sales
  • Memperkirakan keuntungan bisnis
  • Menganalisis berbagai strategi penjualan untuk bisnis
  • Mengelola dan mengalokasi sumber daya yang ada untuk meningkatkan penjualan
  • Meninjau progress keuangan saat itu
  • Mengetahui ketercapaian terhadap target

Langkah mengelola sales pipeline 

Setelah Anda mengetahui manfaat dari sales pipeline bagi bisnis dan penjualan Anda, ada baiknya Anda mengetahui bagaimana cara mengelola sales pipeline Anda tersebut. Berikut JALA.ai akan membagikan langkah-kangkah yang bisa Anda lakukan untuk mengelola sales pipeline Anda dengan lebih baik lagi. 

1. Aktivitas follow-up 

Kegiatan follow-up prospek merupakan salah satu faktor yang membantu meningkatkan kesempatan kesepakatan dapat terjadi. Melakukan follow up merupakan hal yang sangat penting dalam melakukan penjualan. Ketika sudah berhasil menarik prospek, terkadang tim sales lupa untuk melakukan follow up berikutnya. Akibatnya, bisnis bisa kehilangan calon pelanggan potensial.

Penggunaan tools berupa sales software dapat menjadi salah satu cara untuk mengatasi kendala tersebut. Penggunaan sales software dapat membantu tim sales dalam mengatur pengingat dalam melakukan follow-up prospek. Jadi, Anda tidak perlu kehilangan prospek Anda karena lupa melakukan follow-up. 

2. Fokus pada nilai leads

Setiap closing memiliki value yang berbeda dan setiap deal kurang lebih memakan waktu yang sama saat proses penjualan berlangsung. Dengan mengetahui value dari prospek Anda melalui sales pipeline, tim sales bisa lebih fokus pada prospek yang memiliki value yang bernilai tinggi dan memiliki potensi closing yang besar. Melalui tampilan sales pipeline, tim sales dapat melihat deals mana yang memiliki nilai tinggi terhadap bisnis. Selanjutnya manajer sales dapat mengatur deals mana yang harus didahulukan.

3. Tinggalkan lead yang tidak memberikan respon 

Cara lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan menentukan kapan harus melepaskan leads yang kurang memiliki peluang closing terjadi. Ketika prospek yang Anda miliki tidak lagi menunjukkan ketertarikan, tidak bisa dihubungi, closing tidak kunjung terjadi walaupun sudah dilakukan kontak berkali-kali, artinya sudah saatnya untuk Anda melepaskan mereka. 

Disini manajer harus cermat dalam mengidentifikasi dead leads sehingga tim sales tidak banyak menghabiskan waktu dan dapat lanjut ke prospek berikutnya. 

4. Memantau metrik pipeline secara berkala 

Sales pipeline Anda Akan terus bergerak dan berubah setiap saat. Untuk itu, Anda harus dapat memantau metrik dalam sales pipeline Anda seperti jumlah leads, rata-rata value deals dalam pipeline dan kesempatan closing. 

Pastikan Anda menyempatkan waktu secara berkala untuk memantau metrik tersebut untuk mendapat gambaran kondisi penjualan dan bisnis secara keseluruhan. Hal tersebut dapat menentukan apa saja aktivitas sales yang berhasil dan yang memerlukan perbaikan sekaligus mengukur KPI tim sales Anda. 

5. Tinjau dan perbaiki proses sales pipeline 

Apabila Anda ingin aktivitas penjualan Anda berhasil, maka Anda membutuhkan peninjauan secara berkala untuk memastikan keberhasilan dan efisiensi proses penjualan. 

Langkah yang bisa Anda ambil untuk melakukan perbaikan adalah dengan mengatasi hambatan yang terdapat dalam sales pipeline Anda. Selanjutnya, Anda bisa melakukan percobaan untuk melihat apakah cara yang Anda lakukan berhasil atau tidak. Dengan melakukan perbaikan secara berkala, pipeline Anda akan membaik secara perlahan-lahan. 

6.  Melakukan pembaruan pipeline secara berkala

Seperti yang telah dijelaskan di poin nomor 5, pembaruan pipeline secara berkala perlu diperhatikan dengan seksama. Ketika terjadi perubahan pada tahapan tertentu dalam proses penjualan, pastikan setiap perubahan diperbarui pada pipeline. 

Jika perubahan yang terjadi tidak di update pada pipeline Anda, maka hasil akhir pipeline Anda akan kurang terorganisir. Hal tersebut akan menyebabkan proses penjualan berjalan kurang efisien dan bahkan kehilangan penjualan. 

7. Memiliki siklus sales yang pendek 

Siklus sales perusahaan B2B lebih panjang daripada B2C. Padahal, semakin panjang sebuah proses sales, semakin besar kesempatan sang prospek untuk berubah pikiran atau menemukan alternative produk/jasa yang mereka butuhkan. Oleh sebab itu, pastikan proses sales Anda sependek mungkin.

Mengurangi siklus sales bukan berarti meneror calon prospek Anda dengan banyak follow up dalam satu hari, namun mencari celah untuk dapat mempersingkatnya. Misalnya, Anda bisa mengurangi jarak hari antar follow up. Hal ini membuat Anda tidak terlalu lama terpaku pada satu prospek dan bisa lanjut ke prospek berikutnya.

8. Gunakan tools untuk mengelola sales pipeline Anda

Langkah lain yang bisa Anda terapkan dalam bisnis Anda adalah dengan mengelola sales pipeline melalui sales software. Dengan menggunakan tools seperti sales software, Anda bisa memonitor dan menganalisa sales pipeline Anda dengan lebih mudah. Sales software merupakan bagian penting yang perlu Anda terapkan dalam aktivitas penjualan bisnis Anda untuk membantu melancarkan aktivitas penjualan Anda. Dengan sales software, otomatisasi dalam proses penjualan seperti distribusi lead secara otomatis dan memungkinkan akses informasi yang tepat dan cepat bisa terjadi. 

Mengelola sales pipeline merupakan hal yang penting dalam aktivitas penjualan bisnis. Jika tidak dikelola dengan baik, bisnis akan beresiko kehilangan calon pelanggan dan pendapatan. Menggunakan Sales Software seperti JALA.ai akan sangat membantu Anda dalam mempermudah manajemen sales pipeline bisnis Anda. 

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *