fbpx
Menu Tutup

5 JENIS KONTEN HIGH DEMAND DI TAHUN 2020

Ketika membahas dunia marketing sekarang ini, semuanya dipengaruhi oleh perkembangan teknologi yang kian maju. Penggunaan digital marketing dalam melakukan kegiatan pemasaran di berbagai bidang bisnis sudah tidak bisa dielakkan lagi. Bisnis yang tidak mampu beradaptasi dengan perubahan dan trend yang ada akan tergerus dan kalah dalam kompetisi. 

Pernahkah Anda mendengar istilah ‘Content is the king’? Iya benar, dalam kegiatan pemasaran digital yang kini marak dilakukan oleh berbagai perusahaan di berbagai sektor, konten merupakan kunci untuk menarik perhatian audiens. Content marketing merupakan suatu metode yang dapat Anda gunakan untuk membantu menyiapkan dan merencanakan cara memperoleh trafik dan leads dengan cara yang efektif. Content yang Anda buat dalam kegiatan pemasaran digital merupakan suatu cara untuk menyampaikan pesan yang Anda punya kepada audiens. Tanpa konten, kegiatan pemasaran digital Anda tentu akan menjadi sia-sia. Bayangkan saja, Anda membuat akun Instagram namun Anda tidak posting konten secara teratur. Tentu kalau hal ini dilakukan akun bisnis yang Anda buat akan menjadi sia-sia. 

Oleh karena itu, Anda harus dapat up-to-date dengan tren content marketing yang sedang digemari dikalangan masyarakat sekarang ini. Kali ini JALA.ai akan membahas 5 jenis konten marketing yang sedang banyak diminati di Tahun 2020 ini, mari simak penjelasannya dibawah ini! 

1. Podcast 

Podcast sejatinya sudah ada sejak lama, namun akhir-akhir ini podcast makin diminati oleh banyak kalangan. Ada yang mengatakan bahwa podcast merupakan radio baru. Konten podcast digemari oleh banyak kalangan karena mampu menawarkan hiburan tanpa harus mengganggu kesibukan pendengarnya. Sebuah podcast bisa dinikmati di tengah-tengah kesibukan, seperti saat Anda sedang terjebak macet atau sambil bekerja. Banyak kalangan yang lebih senang mendengarkan dibandingkan membaca atau menonton. 

Anda bisa mendengarkan podcast di berbagai platform, seperti Spotify, Google Podcast, Spoon dan Apple music. Meskipun podcast mirip dengan radio, namun podcast dan radio memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Podcast merupakan rekaman yang disiarkan ulang, podcaster sudah terlebih dahulu melakukan recording sebelum mengupload podcastnya di platform yang mereke pilih. Podcast juga memiliki banyak pilihan kategori yang bisa Anda dengar, dimulai dari self development, bisnis, pengalaman pribadi, sharing session hingga horror experience juga tersedia. Anda juga bisa mendengarkan podcast sesuai dengan waktu yang Anda miliki. Podcast tidak menyita perhatian Anda 100%, Anda masih bisa melakukan aktivitas lain namun masih tetap bisa mendengarkan podcast. 

Podcast juga diminati karena banyak yang gosip atau bahkan berita baru dimuat didalam podcast. Misal saja ada kejadian yang sedang viral di media sosial seperti Twitter atau Instagram. Makan tidak lama setelah itu pasti akan ada content creator yang memanfaatkan domino effect dari viral marketing ini untuk mempromosikan platformnya. 

Bagi bisnis tentu hal ini bisa menjadi peluang yang baik apabila dipikirkan dengan seksama. Anda bisa melakukan sharing melalui podcast tentang bisnis Anda, target audiens dan masih banyak lagi. Dengan melakukan sharing melalui podcast akan makin banyak orang yang mengenali bisnis dan produk/jasa yang Anda tawarkan. Hal ini bisa meningkatkan tingkat konversi dari audiens menjadi calon pembeli Anda. 

2. Webinar 

Di awal tahun 2020, webinar sedang naik daun dan diminati oleh berbagai kalangan. Dengan keadaan dan situasi yang memaksa banyak kegiatan outdoor, seperti seminar atau workshop. Jika Anda belum mengetahui apa itu webinar, maka webinar merupakan sebuah singkatan dari kata web dan seminar. Yakni sebuah seminar yang dilakukan melalui sebuah situs web atau aplikasi tertentu berbasis internet. Teknik ini sendiri memungkinkan pembicara atau pengisi materi membagikan informasi mereka lewat internet maupun media elektronik lainnya.

Dengan webinar, layaknya mengumpulkan sebuah anggota dengan sebuah kesamaan, maka seperti halnya webinar yang membuat Anda bisa mendapatkan orang-orang yang tertarik dengan Anda. Jika Anda ingin mengetahui seperti apa hasil dari promosi atau campaign yang sudah dilakukan, maka buatlah kuesioner melalui webinar. Kemudian, jika Anda juga membutuhkan sebuah inovasi terbaru maka Anda bisa menyiapkan pertanyaan yang relevan sehingga penonton bisa memberikan jawaban mereka dengan cepat.

Apabila Anda memilih menggunakan webinar untuk memberikan informasi mengenai campaign terbaru atau peluncuran produk, maka jangan lupa untuk senantiasa memberikan kualitas materi yang bagus. Hal ini dikarenakan webinar yang berkualitas merupakan sebuah webinar yang dapat bermanfaat untuk banyak orang. Selain itu, Anda juga dapat membagikan materi yang cukup bermanfaat dalam webinar, Anda juga bisa memberikan informasi mengenai keunggulan produk yang Anda miliki. Hal ini berarti tidak ada masalah jika Anda menyelipkan sebuah iklan di tengah materi. Terlebih jika Anda menggunakannya sebagai solusi dari permasalahan yang ada.

3. Microblog 

Konten microblog bisa banyak Anda temukan di Instagram. Biasanya konten microblog akan berbentuk carousel dan disukai karena memiliki value lebih banyak dalam satu post. Selain itu, konten microblog juga lebih menarik untuk dilihat audiens Anda. Konten microblog juga bisa dilengkapi dengan berbagai macam aset seperti kombinasi video, musik, atau gambar. Hal inilah yang membuat audiens lebih menyukai konten microblog dibandingkan dengan konten post biasa yang sering Anda temukan di Instagram pada umumnya. 

Walaupun konten jenis ini sedang diminati, Anda juga harus memperhatikan value dari setiap slide carousel yang Anda buat. Pastikan bahwa value yang Anda berikan di setiap slide microblog Anda sama berkualitasnya. Selain itu, JALA.ai memiliki tips yang bisa Anda gunakan, Anda bisa menggunakan CTA di setiap akhir carousel untuk menggugah audiens Anda untuk melakukan suatu tindakan terhadap konten yang Anda bagikan. Bisa melalui ajakan untuk like, follow, share, komentar dan masih banyak lainnya. Rasio tulisan di setiap konten microblog juga tidak kalah penting, Anda harus dapat memperhatikan rasio gambar, text dan vector agar tidak membuat konten Anda berantakan. 

4. LIVE Video 

Social media sudah lama ini sudah menerapkan LIVE video yang bisa digunakan untuk sharing video dengan cara broadcasting secara live atau langsung. Sebenarnya konten LIVE video sudah cukup dikenal sejak zaman BIGO Live. Setelah Instagram merilis fitur yang sama, konten jenis ini semakin booming. Apalagi dalam perkembangannya muncul konsep LIVE video baru yang mengizinkan pemilik platform untuk melakukan Live shopping, Live Talkshow, Live seminar dan masih banyak lagi. 

LIVE video banyak digemari karena dengan cara ini mengizinkan kontak secara dua arah terjadi, dari pemilik akun dan audiens. Kontak komunikasi yang terjadi adalah melalui kolom komentar, pemilik akun bisa merespons pertanyaan dari audiens melalui komentar yang diberikan audiens. Selain itu, konsep LIVE video juga ringan dan praktis selain itu Anda juga bisa mendengarkan feedback langsung dari audiens Anda. 

5. Interactive Video 

Anda mungkin sudah mengetahui manfaat menggunakan pemasaran video untuk menjangkau audiens Anda dengan merek Anda. Namun, pernahkah Anda berpikir untuk menggunakan keterampilan berpikir kreatif Anda untuk membuat video interaktif yang bisa menarik perhatian audiens Anda? 

Mengembangkan strategi pemasaran video interaktif melibatkan penggunaan interaktivitas untuk meningkatkan kemampuan video Anda. Ini berbeda dari video tradisional yang memberikan pengalaman yang lebih pasif kepada penonton. Video interaktif akan lebih mendorong audiens untuk engage dengan Anda. Dengan berkembangnya teknologi, kini memungkinkan untuk Anda berinteraksi dengan konten untuk mengubahnya dalam beberapa cara, bahkan meningkatkan tingkat personalisasi. Audiens dapat memilih sudut pandang yang berbeda untuk menonton konser, misalnya, yang mengubah konten tersebut menjadi sesuatu yang dibuat khusus untuk mereka.

Ada beberapa contoh pendekatan pemasaran video interaktif, seperti video 360 derajat, kuis, tautan hotspot, input data, dan lain-lain. Dalam semua kasus ini, video dapat meminta masukan dari penonton dan menerimanya feedback langsung dari audiens Anda.

Mengingat format setiap konten yang kian beragam, Anda perlu melakukan berbagi penyesuaian untuk bisa menjaring lebih banyak audiens. Dalam menerapkan berbagai jenis konten Anda harus bisa menggunakan kombinasi antara konten agar memperkuat kegiatan branding dan digital marketing di sosial media Anda. Perlu diingat, Apapun jenis kontennya, Anda harus mampu menyampaikan value kepada audiens Anda. 

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *