fbpx
Menu Tutup

10+ TIPS EMAIL MARKETING UNTUK PEMULA

Email marketing memang terdengar sudah sangat ketinggalan jaman dalam strategi digital marketing Anda tersisihkan dengan social media presence. Namun, tahukah Anda bahwa keberhasilan promosi produk lewat email 40% lebih baik dibanding dengan media sosial? 

Setelah mengetahui data tersebut, sangat dianjurkan bagi Anda untuk memulai memperhatikan kegiatan email marketing Anda kembali! Anda bisa memulai dengan membaca artikel strategi email marketing dari JALA.ai dan memulai mengaplikasikannya dengan tips yang yang ada di bawah ini! 

1. Buatlah Judul Email yang Mobile Friendly 

Sangat penting untuk membuat judul email yang mobile friendly karena mayoritas orang membuka email melalui ponsel atau tablet. Selain itu, judul email yang mobile friendly juga bisa menarik perhatian mereka dan memiliki kesempatan yang lebih tinggi untuk dibuka. 

47% penerima email hanya akan membuka email dengan judul yang menarik. Artinya, tanpa judul yang menarik, penawaran produk Anda tidak akan sampai ke konsumen. Selain itu, lebih dari 50% penerima email membuka email melalui perangkat mobile. Jika judul yang Anda buat terlalu panjang, bisa saja terpotong dan pesan atau informasi yang ingin disampaikan tidak diterima secara utuh oleh konsumen. Pada akhirnya, calon konsumen tidak jadi membelinya. 

2. Gunakan Double Open Strategy

Apabila Anda mengalami kegagalan dalam percobaan pertama email marketing Anda, jangan berkecil hati. Anda bisa menerapkan taktik double open strategy. Apa itu teknik double open strategy? Double open strategy adalah upaya untuk mengirimkan kembali email yang sama, tapi menggunakan judul yang berbeda. 

Menurut sebuah riset menunjukkan bahwa double open strategy bisa meningkatkan open rate hingga 30%. Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan perhatian audiens lebih baik tanpa perlu merubah keseluruhan strateginya. 

3. Tuliskan Nama Anda Sebagai Pengirim 

Selain judul, nama pengirim juga bisa menjadi penentu keberhasilan email marketing Anda. Sebesar 42% audiens selalu memastikan nama pengirim sebelum memutuskan untuk membuka email. Hal ini dilakukan untuk menghindari email yang mencurigakan, cukup masuk akal bukan? 

Pentingnya menggunakan nama Anda sebagai pengirim email penawaran. Atau Anda juga bisa menggunakan nama tim campaign Anda. Audiens akan merasa lebih nyaman mendapatkan email dari seseorang dibandingkan mendapatkan email dari mesin atau sistem. Hal ini bisa Anda jadikan pertimbangan dalam strategi Anda untuk membangun engagement lebih baik melalui email yang dikirimkan. 

4. Lakukan Personalisasi 

Memberikan personalisasi terhadap campaign email marketing yang Anda lakukan akan membantu Anda lebih engage dengan audiens Anda. Personalisasi membantu membangun kedekatan dengan audiens tapi juga menunjukkan profesionalisme bisnis Anda. 

Personalisasi bisa dilakukan tidak hanya dengan menyebutkan nama saja. Promosi yang Anda tawarkan juga harus sesuai target audiens untuk dapat menciptakan efek personal approach. Hal ini bisa Anda lakukan dengan melakukan segmentasi calon konsumen menggunakan email list. 

Keuntungan melakukan personalisasi dalam strategi campaign email marketing Anda , membantu meningkatkan open rate email marketing Anda. Menurut Statista, email dengan personalisasi lebih tinggi 5% dibanding tanpa personalisasi. Manfaat lain adalah conversion rate (tingkat pembelian) bisa naik hingga 6 kali lipat berkat personalisasi yang dilakukan.  

5. Buatlah Email yang Singkat dan Jelas 

Strategi promosi yang baik adalah yang mampu memberikan informasi dengan jelas secara cepat dan tepat. Hal ini juga berlaku pada email marketing. Oleh karena itu, konten yang ada dalam email marketing Anda sangat disarankan untuk memuat informasi yang singkat namun tetap jelas. 

Rata-rata audiens hanya menggunakan 51 detik untuk membaca sebuah email promosi. jika email Anda singkat, sebagian besar informasi bisa terbaca oleh audiens Anda. Email promosi juga biasanya lebih sering dibaca melalui perangkat mobile. Artinya, audiens hanya akan membaca sekilas saja. Jika informasinya tidak padat, pesan dari promosi Anda tidak akan tersampaikan. 

Salah satu tips untuk melakukannya adalah dengan menggunakan bullet points. Dengan menggunakan bullet points, informasi yang disampaikan akan lebih singkat dan mudah dibaca dengan cepat. 

6. Pilih Magic Words yang Tepat 

Magic words adalah daftar kata yang Anda pilih untuk digunakan dalam menggaet audiens Anda. Kata-kata ini memiliki tujuan untuk membangun rasa percaya lewat penjelasan yang diberikan serta mengajak calon konsumen membeli produk. 

Banyak magic words yang bisa dimanfaatkan. Namun, tentunya harus disesuaikan dengan jenis bisnis Anda. Beberapa diantaranya adalah:

Gratis – Kata ini bisa Anda gunakan untuk menawarkan produk dengan gratis untuk periode tertentu atau gratis layanan seperti gratis ongkir. 

Mudah – Kata mudah cocok untuk bisnis yang membutuhkan peran konsumen dalam penggunaan atau pemasangan. Contohnya, alat kebersihan atau software.

Terbatas – Gunakan kata ini untuk membangun kesan urgency agar calon konsumen segera membeli. 

Apakah kata-kata di atas terbukti dapat meningkatkan penjualan? Jika diterapkan dengan tepat, hasilnya cukup efektif. 

7. Buatlah Call-To-Action Sesuai Penawaran 

Tujuan dari penawaran email marketing adalah mengarahkan audiens ke landing page yang telah disiapkan. Hal itu bisa bisa dicapai apabila Anda menempatkan CTA dengan tepat dan menggunakan kalimat yang relevan. 

Dalam menambahkan CTA pada email marketing, Anda harus memperhatikan CTA yang seperti apa yang akan sesuai dengan topik yang dibahas. Jangan hanya fokus dengan CTA yang biasanya Anda temukan, namun perhatikan juga konteks pembicaraan sebelumnya untuk memilih CTA yang sesuai. 

8. Sesuaikan dengan Landing Page

Dalam penjelasan sebelumnya, tujuan email marketing telah dijelaskan untuk mengarahkan audiens ke halaman landing page bukan? Namun, apa yang terjadi apabila landing page yang tersedia tidak memuat informasi yang ada dalam email? Audiens Anda bisa kehilangan kepercayaan mereka terhadap Anda. 

Untuk mengatasi hal ini, pastikan informasi, desain dan penawaran di email sesuai dengan landing page tujuan. Selain itu, pastikan bahwa landing page tersebut memudahkan calon konsumen melakukan transaksi langsung. 

9. Buat Desain yang Menarik

Informasi yang tersedia dalam email marketing adalah hal yang utama, namun peran desain juga tidak kalah penting disini. Oleh karena itu, buatlah desain email marketing yang mendukung kegiatan promosi yang Anda lakukan. Peranan desain sangat penting untuk membantu mensukseskan upaya promosi Anda. Desain yang unik dan kreatif akan membuat strategi pemasaran Anda menonjol. Selain itu, desain juga bisa digunakan sebagai sarana untuk membangun brand image bisnis Anda. Bisa melalui warna, tipografi maupun gaya ilustrasi yang digunakan. 

Lalu, jangan lupa untuk memastikan bahwa desain yang Anda buat mampu tampil dengan baik saat diakses melalui komputer maupun mobile. 

10. Pilih Waktu Pengiriman yang tepat 

Salah satu tips yang memiliki peranan penting dalam kesuksesan campaign email marketing Anda adalah timing. Artinya, Anda harus memperhatikan waktu yang Anda pilih dalam mengirim email marketing Anda. 

Jika Anda mengirim email promosi tentang pelaksanaan sebuah event seperti webinar atau pameran produk, sebaiknya lakukan lima hari sebelum pelaksanaan kegiatan. Hal ini untuk mengantisipasi audiens yang tidak langsung membukanya.Sementara itu, menurut sebuah riset, hari terbaik untuk melakukan blast email promosi umum adalah Selasa. Jika harus melakukannya dua kali seminggu, Kamis adalah pilihan berikutnya.  

Nah, agar email Anda memiliki kemungkinan open rate tinggi, sebaiknya lakukan pengiriman email pada pukul 10.00. Inilah saat di mana banyak orang aktif beraktivitas, terutama di kantor

11. Gunakan Teknik Split Testing 

Dalam menerapkan strategi email marketing, Anda tidak akan benar-benar tahu manakah promosi yang berhasil, kecuali Anda mengujinya. Itulah kenapa split testing dibutuhkan. Split Testing adalah upaya menguji berbagai strategi untuk mendapatkan hasil terbaik.

Di dalam split testing, Anda bisa menyiapkan berbagai rancangan judul, konten, CTA hingga desain email. Namun, bukan berarti Anda melakukannya dalam satu waktu. Anda bisa membuat rencana untuk menguji masing-masing bagian hingga mendapatkan formula terbaik. Setiap bisnis membutuhkan strategi email marketing yang telah diformulasikan untuk disesuaikan dengan masing-masing bisnis. 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on email
Email
Share on whatsapp
WhatsApp

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *